Digital Marketing | May 31, 2018 6:41 am

Strategi Bisnis Online untuk UKM agar Untung Maksimal 

Kita terhubung dengan dunia setiap harinya. Internet telah mengubah cara kita dalam berbisnis, sehingga kesuksesan dalam berbisnis online sesungguhnya kembali lagi ke kemauan kita.

Nah, dalam berbisnis online, agar sukses kita membutuhkan strategi. Berikut ini strategi bisnis online untuk UKM agar Untung Maksimal.

Organisir seluruh aset internet Anda

Aset internet adalah segala sesuatu tentang bisnis Anda yang terkait dengan internet. Ini mencakup juga dengan akun-akun sosial media, akun toko online, serta username dan password untuk hosting situs Anda. Anda harus menyimpan dan mengingat semuanya, minimal dicatat di satu tempat.

Semua aset internet ini harus punya kesamaan, yakni menggambarkan brand bisnis Anda. Jika warna utama yang digunakan adalah kuning misalnya, maka pada semua aset internet ini Anda pun harus menggunakan warna yang senada. Anda pun harus secara teratur mengunggah semua foto produk atau mengupdate profil di semua aset internet Anda ini.

Pelihara database pelanggan dengan cermat

Satu hal yang perlu diingat oleh pebisnis adalah mereka harus mengelola database pelanggan dengan cermat. Jika Anda pernah menerima pelanggan melalui LINE atau Whatsapp, maka tandai mereka dengan ciri khusus di nama kontak mereka. Atau catat juga di sebuah buku khusus.

Memelihara pelanggan lama jauh lebih mudah dibanding mencari pelanggan baru. Sebaiknya bila sudah punya pelanggan, segera “tangkap” semua informasi terkait pelanggan tersebut, seperti nama, nomor ponsel, akun sosmed, dan lain-lain.

Simpan juga di tempat yang aman. Usahakan database pelanggan ini Anda simpan di tempat berpassword, dan rahasiakan database ini.

Pahami kompetisi Anda

Semua pebisnis yang baik akan mengetahui peta persaingan di bidang bisnisnya. Agar untung maksimal, Anda harus mempelajari pula siapa saja kompetitor Anda, jadi Anda bisa tahu kenapa pelanggan memilih kompetitor Anda, begitu pula sebaliknya. Ini semakin penting dilakukan, apalagi di dunia yang serba online.

Anda harus mengetahui saluran sosial media yang digunakan oleh kompetitor Anda. Jika Anda melakukan praktik bisnis online, Anda juga perlu memeriksa kata kunci utama yang digunakan oleh kompetitor Anda.

 

Lindungi reputasi bisnis online Anda

Bisnis online juga bicara soal reputasi. Kesalahan kecil bisa mencoreng brand bisnis Anda. Yang terpenting sebenarnya adalah kontrol brand. Anda ataupun admin mesti menjaga diri dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Meskipun pelanggan marah-marah di DM, tak perlulah Anda ikut terbawa emosi dengan balas berkata kasar. Anda pun tak perlu “mengadukan” masalah Anda ke akun-akun curhat online shopping yang marak beredar di Instagram. Bila memang Anda terbawa emosi, tahan diri untuk membalas pesan tersebut selama minimal 24 jam. Setelah pikiran Anda lebih jernih, barulah Anda balas pesan tersebut.

Akun bisnis Anda pun sebaiknya tak usah memfollow apalagi mengomentari akun bertemakan agama, politik, gosip, dan lain-lain. Sering kita temukan akun jualan/bisnis tapi malah digunakan untuk berkomentar di akun gosip atau agama. Tentunya ini akan mencoreng brand Anda, apalagi bila Anda berseberangan pendapat dengan orang lain.

Jadilah profesional, kelak ini akan berbuah manis.

 

Berlangganan internet cepat

Internet dengan koneksi cepat dan stabil adalah investasi. Anda bisa mengunggah video dengan kualitas lebih jernih dan lebih cepat. Anda juga bisa membalas pesan lebih mudah, tanpa terkendala koneksi.

Kecepatan internet, apalagi bila bisnis yang dilakukan melalui online, akan sangat memudahkan Anda.

 

Berinvestasi di iklan online

Agar bisnis Anda lebih cepat diketahui orang, Anda bisa mencoba beriklan di Google Ads atau Facebook. Iklan di Facebook dan Google sebenarnya cukup murah, Anda bahkan bisa mulai melakukannya dari harga Rp 10.000. Anda mungkin butuh sedikit eksperimen untuk mendapat hasil maksimal dengan biaya minimal.

 

Cross Selling dengan UKM Lain

Untuk mendapatkan untung maksimal, tak ada salahnya melakukan penjualan silang dengan UKM lain. Misalkan UKM Anda menjual jilbab dan UKM lain menjual tas rajut. Anda bisa mengajak UKM tersebut untuk melakukan kerjasama penjualan, jadi bila seseorang membeli tas rajut akan mendapat bonus jilbab, atau voucher diskon jilbab. Hal sebaliknya juga bisa dilakukan, bila membeli jilbab dari Anda dalam jumlah tertentu, akan mendapat voucher tas rajut atau gratis tas rajut.

Ini akan saling menguatkan kedua UKM, sekaligus sebagai upaya promosi, dan bagus juga sebagai cara menghabiskan stok barang yang belum habis.

Nah, demikian tadi Strategi Bisnis Online untuk UKM agar Untung Maksimal. Semoga dapat membantu Anda.