Meraih kesuksesan dalam bisnis memang bukanlah perkara mudah. Begitu banyak faktor yang berpengaruh dalam setiap tahap perkembangan suatu bisnis. Faktor-faktor tersebut juga selalu berubah seiring dengan berjalannya waktu mengikuti perkembangan zaman. Namun, ada satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena dampaknya yang luar biasa sekali. Faktor tersebut adalah Consumer’s Behavior atau dalam bahasa Indonesia disebut Perilaku Konsumen. Mengapa faktor ini sangat penting? Saat ini, konsumen adalah raja. Setiap produk dan jasa yang muncul di dalam pasar pada dasarnya selalu berusaha untuk memuaskan keinginan konsumen. Jika sebuah perusahaan menciptakan produk yang tidak diinginkan konsumen, tentu akan menghasilkan kerugian.

Lantas, mengapa produk dan jasa selalu berkembang? Ini disebabkan oleh keinginan konsumen yang juga terus berubah. Perubahan ini dapat memerlukan waktu yang lama atau bahkan sangat singkat. Sebagai bisnis yang ingin mampu menghasilkan produk dan jasa yang benar-benar dibutuhkan konsumen, sangat penting untuk memetakan dinamika perkembangan kebutuhan dan kebiasaan konsumen. Mempelajari Consumer’s Behavior adalah mempelajari bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan semua faktor yang mendorongnya. Dengan pemetaan Consumer’s Behavior, sebuah bisnis dapat menganalisis secara mendalam apa yang dibutuhkan konsumen di masa lalu, saat ini, dan di masa mendatang

Dilansir dari majalah Forbes, pandemi COVID-19 akan mengubah perilaku konsumen untuk waktu yang cukup lama. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat kita terus berusaha beradaptasi untuk hidup dalam New Normal. Kebiasaan-kebiasaan lama ditinggalkan, sedangkan kegiatan-kegiatan baru, dilakukan. Salah satu contohnya adalah meningkatnya penggunaan sepeda gayung. Di sekitar kita, tampaknya semakin banyak orang yang menggunakan sepeda untuk bepergian dan berolahraga. Ternyata, ini juga merupakan sebuah tren global yang bisa kita temui di seluruh dunia. 

Apa artinya? Dengan mengetahui adanya sebuah tren baru pada konsumen seperti “membutuhkan alat rekreasi selama social distancing”, Anda dapat menarik beberapa hipotesis lain: 

  1. apakah konsumen kini kini lebih memilih kegiatan yang dapat dilakukan bersama-sama (berolahraga, bersepeda, memasak) daripada sendiri (membaca novel, dll.)? 
  2. Apakah konsumen ingin menghabiskan waktu di rumah atau di luar? 
  3. Apakah konsumen memprioritaskan produk materialistis atau meaningful?
  4. Ketika kini konsumen telah sangat familiar dan nyaman dalam berbelanja online, akankah konsumen mengunjungi toko ritel? 
  5. Apakah produk Anda mampu menjamah platform digital? 

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini tentu saja akan sangat membantu Anda mengetahui langkah selanjutnya yang harus Anda ambil untuk mengembangkan bisnis. Bayangkan jika keputusan bisnis hanya didasarkan pada persoalan budgeting dan business as usual tanpa memikirkan dengan matang segmen konsumen seperti apa yang akan dilayani di masa mendatang. Sangat berbahaya, bukan? Oleh sebab itu, studi terkait consumer’s behavior sangatlah fundamental.

Inilah sebab mengapa digital agency selalu melakukan studi mendalam pada consumer’s behavior sebelum menentukan strategi digital marketing yang hendak digunakan dalam campaign. Digital agency dengan jam terbang yang tinggi memiliki database lengkap tentang tren terkini dan strategi apa yang telah terbukti bekerja dan tidak. Pengalaman dan pengetahuan ini lah yang membuat digital agency sangat diminati oleh para pebisnis untuk menjangkau platform digital effortlessly.

Leave a comment

en_USEnglish