Market Kartu Kredit
Tembus Rp 122 Triliun,
Bank Lirik Robot RPA!
Market kartu kredit Indonesia tumbuh 26,89% year on year (YoY) dari posisi sama di tahun 2021, mencapai Rp 122,56 triliun hingga mei 2022. Dikutip dari Kontan.co.id, Bank Indonesia mencatat volume gesekan kartu kredit sebanyak 135,84 juta di lima bulan pertama 2022.
Sejalan dengan ini, market kartu kredit global yang mencatat revenue sebesar US$ 138,43 Miliar di tahun 2020 diproyeksikan mencapai US$ 263,47 Miliar pada tahun 2028, dilihat secara CAGR tumbuh sebesar 8,5% dari tahun 2021 hingga 2028.
Penyebab Transaksi Kartu Kredit Melesat 5,44% Di Q2 2022
Strategi dan kebijakan pelonggaran mobilitas masyarakat dari era pandemi menuju era new normal diklaim sebagai salah satu faktor pendorong meningkatnya transaksi kartu kredit, hal ini sejalan dengan ekonomi Indonesia yang tumbuh impresif sebesar 5,44% (YoY) pada Q2 tahun 2022 di tengah ketidakpastian dan krisis global.
Tren peningkatan transaksi kartu kredit juga terlihat merata secara global, disebabkan meningkatnya aktivitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Hasil riset yang dipublikasikan ICICI Securities menyebutkan jika kebangkitan industri transportasi udara dan sektor perhotelan menjadi pendukung penggunaan kartu kredit.
Industri perbankan semakin percaya diri setelah melihat hasil yang dicatatkan di semester 1-2022.
Keyakinan tumbuhnya transaksi kartu kredit akan melebihi jumlah transaksi masa sebelum covid-19 didukung beberapa faktor berikut:
Digitalisasi Layanan Kartu Kredit
Digitalisasi telah menggemparkan dunia bisnis kartu kredit karena kapasitasnya untuk menyebabkan transformasi substansial dalam cara organisasi menjangkau nasabah baru kartu kredit di market yang sangat kompetitif ini.
Implementasi Digital Transformation berupa digitalisasi layanan kartu kredit melalui Livin by Mandiri diakui oleh Erin Young, SVP Credit Cards Group Bank Mandiri. Mendongkrak pertumbuhan nasabah baru kartu kredit hingga dua kali lipat dibanding tahun 2021, sehingga mencatat kenaikan transaksi hampir 30% (YoY) hingga semester 1-2022. Seperti dikutip dari Kontan.co.id.
Strategi Marketing Di Era Digital
Ada berbagai keuntungan dari digital transformation termasuk efisiensi, peningkatan produktivitas, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik melalui strategi marketing.
Melihat prospek peningkatan transaksi bisnis di sektor pariwisata, Bank Mandiri bekerjasama dengan online travel agent seperti Traveloka dengan menawarkan promo diskon dan cashback bagi traveler yang menjadi nasabah Mandiri Traveloka Card.
Memanfaatkan transaksi internasional dengan pembukaan border di luar negeri, “Nasabah kartu kredit Bank Mandiri dimanjakan dengan penawaran khusus yang dapat dicicil 36 bulan dengan kurs yang kompetitif”. Ujar Erin Young yang dilansir dari Kontan.co.id.
Adapun, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengungkapkan strategi marketing yang memudahkan proses apply kartu kredit secara online dengan target market para nasabah yang digital savvy dan berjiwa muda. Merupakan penyebab pengguna kartu kredit digital, Octo Card naik 20% tahun ini.
Aturan Relaksasi Bank Indonesia
Bank Indonesia mengambil langkah strategis berupa relaksasi kartu kredit untuk memperkuat sistem pembayaran dalam mendorong pemulihan ekonomi, kebijakan relaksasi dimulai sejak mei 2020 dan rencananya akan berlaku hingga desember 2022.
Relaksasi ini terkait batas minimum pembayaran kartu kredit hingga denda keterlambatan pembayaran cicilan. Dalam beleid ini, BI memangkas pembayaran minimum kartu kredit jadi 5% total tagihan dimana sebelumnya adalah 10%, termasuk denda keterlambatan pembayaran cicilan dari 3% menjadi 1% dari total tagihan atau maksimal Rp. 100.000,-.
Melihat hal ini, Bank BRI optimis bisnis kartu kredit akan semakin berkembang di era new normal. Dikutip dari Kontan.co.id, Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan sepanjang tahun 2021, 53% nasabah Bank BRI tercatat memanfaatkan salah satu kebijakan BI yaitu relaksasi pembayaran minimum 5% dari total tagihan kartu kredit.
Implementasi RPA Menjadi Prioritas Industri Perbankan
Robotic Process Automation (RPA) telah terbukti menghilangkan potensi human error dengan menyederhanakan proses entri dan verifikasi data manual. Dan dengan menggunakan RPA untuk melakukan tugas berulang seperti identifikasi, validasi, dan pemeriksaan regulasi dalam proses apply kartu kredit juga membantu industri perbankan memenuhi prinsip compliance dengan sempurna karena Robot RPA bekerja konsisten sesuai standar yang berlaku.
Misalnya implementasi Robot RPA di Bank Mega dengan dukungan mitra RPA UiPath Indonesia, PT. Drife Solusi Integrasi. Telah berhasil menyempurnakan 30 otomatisasi proses bisnis di back-office, selanjutnya Bank Mega berencana memanfaatkan solusi Robot RPA untuk mengotomatisasi merchant on-boarding processes, menawarkan layanan online dan offline yang sebelumnya membutuhkan interaksi manusia. Seperti diungkapkan oleh Yoyo Juhartoyo, IT Electronic Channel Head Bank Mega yang dikutip dari UiPath.com
Hubungi tim kami sekarang
Temukan lebih lanjut “Bagaimana Otomatisasi Dapat Mengubah Cara Kerja Perusahaan Anda Menjadi Lebih Baik”.
Kami dengan senang hati akan membantu Anda, Silakan tinggalkan detail kontak Anda dan Kami akan menghubungi Anda.