Menghadapi New Normal, Anda mungkin memilih untuk bermitra bersama Digital Marketing Agency dalam mentransformasi bisnis Anda. Ketika Anda sudah menemukan Digital Marketing Agency di Indonesia, apakah Anda familiar dengan istilah-istilah yang sering muncul dalam bidang digital marketing? 

Dalam tulisan ini, kami akan menyediakan 10 istilah yang sangat penting untuk Anda ketahui agar mampu memahami dunia digital dengan lebih mudah. Jadi, Anda tidak perlu kebingungan lagi!

  1. Online Presence

    Bayangkan calon konsumen Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk yang Anda miliki. Apa yang terjadi jika saat mereka googling, tidak ada informasi mengenai produk tersebut atau bahkan bisnis Anda sendiri? Ketersediaan informasi inilah yang disebut sebagai Online Presence. Apakah segala sesuatu tentang brand Anda tersedia di internet? Baik itu dalam bentuk website, media sosial, sampai review dari blogger.

  2. Lead Generation

    Dengan memiliki Online Presence yang memadai, langkah selanjutnya adalah bagaimana Anda menarik para pengguna internet biasa menjadi calon konsumen (leads). Proses tersebut dikenal dengan istilah Lead Generation. Tujuannya adalah agar pengunjung situs bisnis Anda terus meningkat yang tentu meningkatkan jumlah calon konsumen.

  3. Landing Page

    Halaman dalam situs resmi di mana leads diarahkan untuk menjumpai bisnis Anda disebut dengan Landing Page. Dengan kata lain, leads “mendarat” di laman tersebut setelah menemukan iklan atau informasi lain mengenai bisnis Anda. Landing Page pada umumnya bertujuan untuk memenuhi fungsi marketing atau kampanye Anda. Ini sering disalahartikan sebagai Home Page yang merupakan laman terdepan dari situs Anda. Landing Page merujuk pada satu laman khusus di dalam situs yang mengarahkan pengunjung melakukan sesuatu.

  4. Call to Action (CTA)

    Namun, bagaimana caranya membawa leads ke landing page Anda? Di sini lah peran CTA atau Call to Action. CTA berbentuk sebuah tombol yang bertujuan untuk mengarahkan calon konsumen melakukan sesuatu. Contohnya adalah tombol subscribe di channel youtube, atau tombol “Klik Di Sini” pada iklan yang Anda temui di web. Fungsi CTA sangat penting karena tanpanya, pengunjung tidak akan sampai ke landing page Anda. CTA bisa Anda tempatkan pada iklan di blog atau sosial media lainnya.

  5. Conversion

    Tujuan segala jenis marketing digital adalah untuk mendapatkan Conversions. Intinya, Conversion adalah aksi calon konsumen yang diharapkan oleh Anda. Contohnya adalah mengisi informasi kontak, men-subscribe, sampai membeli produk. Ketika leads sampai di landing page Anda, jika mereka melakukan aksi-aksi tersebut sesuai strategi Anda, maka Anda akan mendapatkan Conversions. Ini berbeda dengan Traffic yang sekadar mencatat jumlah pengunjung situs.

  6. Conversion Rate Optimization (CRO)

    Ketika Anda telah memahami perbedaan Traffic dan Conversion, jika keduanya dibandingkan (jumlah pengunjung situs dan pengunjung yang melakukan aksi), maka Anda akan mengetahui Conversion Rate dari situs Anda. Semakin tinggi conversion yang Anda dapat, maka conversion rate juga meningkat. Tanpa strategi yang baik, situs Anda akan memiliki conversion rate yang rendah. Di sini lah CRO atau Conversion Rate Optimization diperlukan. Proses CRO mencakup riset, problem solving, dan monitoring pada pengalaman pengunjung situs Anda.

  7. Consumer Acquisition Cost (CAC)

    CAC adalah angka yang menunjukkan seberapa efisien kampanye yang sedang Anda lakukan dalam meningkatkan conversion rate. Jika Anda mengeluarkan budget yang terlalu besar untuk conversion rate yang sedikit, Anda perlu melakukan evaluasi karena CAC yang terlalu tinggi. Anda tidak ingin mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan satu orang konsumen, bukan? Agar mendapatkan profit yang ideal, semakin kecil CAC akan semakin baik.

 

Dengan memahami istilah-istilah tersebut, Anda menjadi selangkah lebih siap untuk mentransformasi bisnis Anda!
Konsultasikan bersama Drife sekarang!

Leave a comment

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish