Digital Marketing | October 1, 2018 11:32 am

Tips Membuat Konten Iklan yang Viral di YouTube

Berhasil membuat iklan yang viral adalah promosi yang luar biasa hebat. Bila iklan berhasil ditonton jutaan kali dan dibagikan jutaan kali, dapat dibayangkan betapa besar dampaknya pada brand awareness bisnis Anda.

Namun membuat iklan yang viral tidak mudah. Sebagian mencoba dan gagal, sebagian meraih dislike, bahkan hanya mendapat cemooh. Ini menjadikan upaya dalam membuat iklan viral adalah sebuah tantangan, baik bagi pemilik bisnis maupun bagi marketer.

Iklan yang viral seringkali bersifat untung-untungan. Namun, ada beberapa pola yang sering terlihat pada konten iklan yang viral.

Apa saja? Berikut ini tips membuat konten iklan yang viral di Youtube

Memiliki Cerita yang Menggugah

Beberapa contoh iklan yang viral adalah dari penyedia jaringan seluler Axis, dan ritel Ramayana.

Iklan dari Axis seringkali menampilkan cerita yang lucu, sementara Ramayana berhasil mendapatkan apresiasi atas berhasilnya mereka membuat video cerita yang mengharukan. Para marketer di Thailand adalah yang paling mahir untuk hal satu ini: iklannya rata-rata punya cerita mengharukan.

Jika ingin menciptakan iklan yang viral, aturlah sebuah cerita yang menggugah emosi penonton. Cerita dapat menciptakan tawa, haru, atau rasa senang saat menontonnya. Biasanya yang paling berhasil adalah iklan yang mengharukan. Jika Anda berhasil menciptakan cerita semacam ini, penonton akan sukarela membagikan video Anda di jejaring sosial mereka.

Sesuai Tren

Iklan viral biasanya disesuaikan dengan kondisi yang ada. Iklan dari Ramayana saat itu sedang mendekati lebaran, sehingga para penonton merasa “dekat” dengan situasi yang terjadi di video iklan tersebut. Iklan

Apple yang dulu sempat viral dirilis menjelang natalan, dan ceritanya sendiri bertemakan Natal.
Anda pun dapat melakukan hal yang sama. Misalnya sedang musim banjir, Anda dapat membuat cerita dengan situasi banjir.

5 Detik Pertama yang Menentukan

Penonton tak suka iklan

Bila sedang menonton Youtube, besar kemungkinan iklan hanya dilihat di lima detik pertama. Setelahnya, penonton akan menekan tombol Skip Ad. Tak ada artinya punya cerita menarik namun punya intro yang bertele-tele.

Makanya, sebisa mungkin buat cerita dengan permulaan yang cepat. Lima detik pertama sangat menentukan. Bila berhasil di lima detik pertama, iklan Anda akan ditonton sampai akhir.

Minimalisir Hard-Selling

Jangan tempatkan logo produk Anda di bagian awal atau tengah video. Tempatkan di akhir-akhir video, ketika cerita sudah memasuki bagian plot twist atau solusi.

Baca juga: Strategi Tingkatkan Brand Awareness lewat YouTube

Biarkan penonton fokus pada cerita iklan Anda. Jika sejak awal Anda sudah menampilkan logo produk, penonton akan segera menekan tombol Skip Ad. Selain itu, menempatkan produk di akhir dan secara tersirat lebih disukai penonton ketimbang memperlihatkannya secara langsung dan blak-blakan alias Hard-Selling.

Tulis Judul yang Mudah Dicari

Anda perlu membuat judul video yang mudah dicari. Penonton cenderung lupa dengan judul video, yang diingat adalah video tentang apa dan dari siapa.

Cara paling mudah tentu saja menuliskan “iklan (produk Anda)” di judul video. Ini akan memudahkan video Anda dicari orang di Youtube. Sehingga, meskipun campaign iklan Anda telah berakhir kelak, orang masih bisa mencari dan menikmati video Anda.

Berikan Makna yang Dalam

Iklan yang viral biasanya memiliki makna lain di dalamnya, selain mempromosikan produk. Makna dapat berupa pemaafan, perjuangan, cinta, dan lain-lain.

Iklan yang punya makna mendalam biasanya lebih mudah disebarkan oleh audiens. Sebagian orang akan mengunduh dan membagikannya ke orang lain, dan ini akan jadi promosi gratis juga bagi Anda.

Nah, demikian tadi tips membuat konten iklan yang viral di Youtube. Semoga dapat membantu menciptakan konten iklan yang viral di Youtube Anda.