Digital Marketing | November 14, 2018 8:19 am

Strategi Jitu Marketing Online Untuk Bisnis

Bagi para kaum milenial saat ini memang sangat menyukai tantangan. Alih – alih bekerja menjadi karyawan tetap seperti para babyboomer, kaum milenial lebih suka membuka bisnis rintisan sendiri alias start up yang berbasis online.

Persaingan ketat di bidang industri membuat para pelaku usaha online harus memutar otak agar mendapatkan strategi yang jitu dalam pemasaran bisnisnya.

Berikut ini strategi jitu yang bisa ditempuh untuk memasarkan bisnis secara online? Mari kita telusuri satu per satu sebagai berikut:

1. Membangun brand yang kuat

Brand yang kuat sudah seharusnya dirancang agar mudah diingat seseorang, mudah diucapkan dan menciptakan kesan tertentu sejak pertama kali mendengar. Hal ini sangat penting dalam marketing karena kebanyakan bisnis online akan menggunakan media sosial untuk memasarkan produknya. Jadi, selain mudah diingat, mudah diucapkan dan menciptakan kesan yang kuat, sebaiknya brand juga mudah ditulis agar lebih mudah “viral” di media sosial dan memiliki keunikan dari para kompetitor.

2. Foto yang impresif

“No pic means hoax”, pernah mendengar ungkapan ini? Bisa jadi calon konsumen yang potensial, akan tertarik hanya dengan melihat foto yang mengesankan. Kualitas foto bagi marketing online sangat penting, karena konsumen tidak bisa menyentuh secara langsung. Contohnya seperti produk pakaian atau sepatu, hanya dengan melihat sepatu yang dikenakan pada kaki mulus sang model, seseorang akan tertarik untuk membeli saat membayangkan dirinya mengenakan sepatu tersebut.

3. Akun media sosial yang responsif

Jangan ragu untuk membuat akun media sosial produk atau brand Anda. Kebanyakan konsumen tentu akan mencari di kolom pencarian nama brand atau produk Anda karena ingin mendapatkan lebih banyak informasi secara detail dan responsif.

Berikan pelayanan yang terbaik, ramah dan responsif kepada para konsumen yang bertanya di media sosial. Selain itu, gunakan gaya bahasa yang menarik sesuai dengan target pasar Anda. Misalnya, usia rentang 20 – 35 tahun, sangat ideal menggunakan Instagram atau Youtube. Sementara, untuk usia di atas 35 tahun, kemungkinan senang menggunakan Facebook dan Twitter.

4. Memberikan diskon

Strategi lain yang paling umum adalah diskon atau potongan harga. Teknik kuno ini memang tak akan pernah usang karena memang sangat menarik dan diminati para calon konsumen. Seseorang yang tidak tertarik membeli barang secara online, akan berpikir ulang jika mendapatkan berbagai bonus, hadiah atau diskon yang mungkin jarang ditemui. Momen istimewa diskon inilah yang akan menjadi strategi bagi brand Anda mencuri perhatian konsumen di tengah ketatnya persaingan bisnis.

5. Pengaruh Selebgram atau Influencer

Manusia pada dasarnya sangat mudah dipengaruhi. Terutama jika mereka memiliki sosok idola yang dikagumi. Mereka akan meniru dan ingin menjadi seperti sosok sang idola. Manfaatkan selebgram, artis, idola atau influencer sebagai jasa endorser produk dan brand Anda.

Pengikut di Instagram yang jumlahnya ribuan atau jutaan, otomatis akan melihat secara langsung di akun media sosial sang idola ternyata menggunakan brand tertentu untuk meningkatkan penampilan. Citra positif sang idola atau influencer juga sangat penting untuk mempengaruhi para calon konsumen. Biasanya, apa yang influencer rekomendasikan, juga akan diikuti oleh para fans atau follower mereka.

Meski terlihat mudah, bisnis online membutuhkan beberapa strategi untuk bisa menyasar konsumen yang lebih luas. Berikan pelayanan maksimal dan terus berinovasi agar para calon konsumen tidak akan pernah bosan membeli produk Anda.