Digital Marketing | September 19, 2018 11:20 am

Gaet Kaum Millenials dan Gen Z dengan 5 Strategi Marketing ini

Milenial adalah salah satu tantangan terbesar bagi para marketer. Mereka memiliki daya beli yang luar biasa tetapi bisa dibilang cukup skeptis terhadap teknik marketing konvensional.

Ini menghadirkan tantangan unik: Untuk terhubung dengan audiens yang sulit dipahami ini, marketer perlu memprioritaskan nilai-nilai yang paling penting bagi generasi millennial – seperti autentik, individualisme, dan pengalaman terhadap brand.

Berikut adalah lima langkah konkret untuk menggaet kaum millenial dan gen z pada merek Anda:

1. Aktiflah di jejaring sosial

Di masa lalu, iklan dikonsumsi melalui saluran pemasaran tradisional, seperti media cetak dan televisi.

Tetapi generasi milenial adalah generasi yang sangat terhubung dengan media digital, secara aktif mengonsumsi konten di beberapa saluran daring.

Maka, salah satu cara untuk memasarkan kepada mereka, adalah pendekatan multi-platform melalui media sosial.

Sebanyak 71 persen milenial adalah pengguna harian jaringan sosial dan, menurut Ipso, menghabiskan rata-rata 5,4 jam seharinya di platform sosial. Cara terbaik untuk mengakses para milenial dan generasi Z ini adalah melalui platform yang sering mereka gunakan, seperti Instagram atau Line.

2. Tingkatkan individualisme di dalam penggunaan produk Anda

Generasi milenial masih menikmati dan menghargai brand dalam memilih produk, mereka tidak lagi menginginkan sebuah logo untuk mendefinisikannya.

Mereka ingin saat menggunakan produk, mereka menjadi trendsetter, berbeda, dan unik. Sejalan dengan itu, para millennial suka diperhatikan setelah menggunakan produk yang mereka beli. Maka, di sini kuncinya adalah untuk mendorong penggunaan, bukan merek itu sendiri.

Soroti bagaimana kaum milenial menggunakan produk Anda dengan memposting ulang foto mereka di media sosial Anda. Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan – Anda memvalidasi pelanggan milenial Anda sebagai individu trendsetter, dan mereka memvalidasi merek Anda sebagai sesuatu yang layak digunakan.

3. Gunakan pemasaran influencer

Milenial bersifat selektif dalam mempercayai suatu produk. Namun, sebuah penelitian oleh McCarthy Group menunjukkan bahwa mereka menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi pada konten yang dihasilkan oleh rekan-rekan mereka.

Sebagai tanggapan, marketer harus mendorong dialog antar pelanggan milenial. Dorong terciptanya komunikasi dan brand awareness di antara mereka.

Baca juga: Bagaimana Menyusun Strategi Content Marketing untuk Bisnis

Ada banyak cara untuk memanfaatkan konten yang dihasilkan konsumen Anda. Tetapi langkah pertama adalah mengidentifikasi siapa influencer yang sesuai dengan merek Anda.

Jika Anda dapat mengembangkan hubungan yang baik dengan influencer merek Anda, Anda mungkin bisa membuat mereka mempromosikan brand Anda kepada follower mereka. Pemasaran dari mulut ke mulut tidak pernah mati – malah lebih kuat, berkat kecepatan informasi di jejaring sosial.

4. Mulailah percakapan dua arah

Generasi millennial adalah generasi pertama yang benar-benar terbuka untuk terlibat dan berbagi iklan merek Anda. Akibatnya, pemasaran satu arah tradisional adalah taktik yang tidak efektif untuk mendorong brand awareness, terutama di generasi Z ini.

Maka, cara yang harus dilakukan adalah terlibat dalam percakapan dua arah di platform sosial. Ini akan menumbuhkan hubungan yang tulus dengan pelanggan milenial dan membantu memenangkan kesetiaan mereka.

Perhatikan dengan saksama bagaimana pelanggan menyebarkan merk Anda di media sosial, dan cobalah untuk “menyukai” dan “memberi komentar” pada semua post yang positif. Ingat bahwa keterlibatan sosial mengubah pelanggan menjadi loyalis merek, yang menggaungkan merk Anda ke mana-mana.

5. Buatlah pengalaman berbelanja yang mudah dan mulus

Di dunia yang super terkoneksi seperti saat ini, penting untuk menyederhanakan pengalaman merek Anda di beberapa perangkat.

Milenial adalah penduduk dunia digital dan 87 persen di antara mereka menggunakan dua hingga tiga perangkat setidaknya sekali sehari, menurut Elite Daily.

Merek Anda juga perlu menemukan cara-cara inovatif untuk menjembatani kesenjangan antara fisik dan digital. Jalur untuk membeli (terlepas dari apakah itu offline, online atau di beberapa perangkat) harus dibuat mudah.

Milenial memiliki standar yang tinggi untuk pengalaman pembelian mereka, dan membuat situs web Anda mobile friendly, membuat aplikasi belanja online yang mudah, transaksi yang tak ribet dan menawarkan layanan pesan antar – adalah beberapa cara untuk menjembatani jurang tersebut.

Milenial siap untuk menghabiskan uang dan untuk mengadvokasi merek Anda – jika Anda bermain sesuai aturan mereka. Generasi ini mencari merek yang telah berevolusi melewati pemasaran tradisional dan yang memahami nuansa periklanan di ruang digital marketing. Milenial bukan generasi yang kebal penjualan, hanya saja marketer perlu mengambil langkah untuk menumbuhkan kepercayaan mereka dengan mengadaptasi saluran dan pesan yang tepat.