Digital Marketing | March 21, 2018 10:05 am

Algoritma Google 2018 dan Strategi Menghadapinya

Para blogger, penggiat dan webmaster SEO harus selalu update dengan algoritma terbaru Google, demi memenangkan persaingan mendapatkan peringkat pertama di halaman satu. Seperti diketahui Algoritma Google selalu diperbarui, yang membuat perubahan posisi selalu mungkin terjadi.

Lalu bagaimana dengan tahun ini, kira-kira apa saja tren SEO yang akan terjadi di 2018? Seperti apa algoritma Google di 2018, dan bagaimana cara menghadapinya?

Menengok dari tren tahun lalu, berikut ini kami sajikan beberapa tren SEO yang akan muncul di 2018.

 

Adanya Index Berbasis Mobile

Diperkirakan pada tahun ini, AMP alias Accelerated Mobile Pages akan menjadi faktor yang mempengaruhi peringkat Google.

Mobile search index ini diprediksi bisa mendapatkan porsi pencarian lebih besar dari Google. Sebuah langkah yang masuk akal, mengingat pengguna internet mobile lebih banyak dibandingkan desktop.

Harapannya, dengan dua indexing berbeda antara desktop dan mobile, Google akan menyesuaikan hasil pencarian dengan perangkat yang digunakan. Misalnya bila seseorang Googling dengan ponsel, maka yang diutamakan adalah situs yang kontennya sudah dioptimasi untuk perangkat mobile.

Adakah perbedaan peringkat antara desktop dan mobile, bila suatu situs tidak punya versi mobile? Sejauh ini belum diketahui.

Tetapi yang jelas, faktor utama adalah performa dan kecepatannya. Apabila situs Anda belum punya design web yang responsif atau belum memakai AMP, sekarang saat yang tepat untuk mulai menerapkannya.

drife-amp

 

Hasil Pencarian Suara dan Asisten Digital

Pencarian dengan suara diperkirakan akan makin banyak digunakan. Penggunaan asisten digital seperti Siri, Alexa, Google Assistant, dan Bixby diperkirakan akan makin banyak dipakai di 2018, dan berarti akan ada seseorang yang lebih memprioritaskan mencari informasi menggunakan asisten digital tersebut. Teknologi ini mengubah cara kita dalam berkomunikasi dan memproses informasi. Bahkan, menurut Google, 1 dari 5 pencarian kini berasal dari pencarian suara.

Pada 2018 sendiri diperkirakan smart home akan banyak digunakan, seperti Amazon Alexa dan Google Home. Mengingat smart home dan digital assistant yang kini sudah terintegrasi, maka ada celah besar bagi SEO untuk mengoptimasi berdasarkan suara.

Kelihatannya kita akan melihat perubahan besar terhadap pencarian di 2018. Bila kita bicara tentang strategi SEO, pencarian berbasis suara akan memberi peluang hasil pencarian suara berbasis bahasa percakapan, bukan bahasa tulisan.

Contohnya jika Anda mengelola toko online mainan di Surabaya. Mungkin bila selama ini Anda menggunakan kata kunci seperti “toko mainan di Surabaya”. Kini Anda bisa semakin kreatif dengan menanam kata kunci “toko mainan di sekitar jalan wiyung”.

Satu dampak besar yang diperkirakan akan muncul adalah hasil pencarian kelak disesuaikan dengan lokasi dan nada suara pencari.

Anda selaku praktisi SEO harus mulai mengalihkan fokus pada kata kunci panjang dan lebih detail, alih-alih kata kunci sederhana yang singkat.

drife-digital

 

Konten (Visual) adalah Raja

Visual lebih disukai ketimbang sekadar teks. Konten visual sudah terbukti menciptakan lebih banyak engagement dan lebih mudah viral.

Meski Google belum merilis pernyataan resmi terkait hal ini, namun kebanyakan pakar SEO menduga sosial media dan perilaku pengguna terhadap konten Anda kelak menjadi faktor yang mempengaruhi peringkat artikel/konten Anda di Google.

Jika Anda ingin meningkatkan engagement di situs Anda, serta memenangkan SEO dengan cara yang lebih modern, maka 2018 adalah momen yang tepat meningkatkan kualitas konten dengan gambar dan video.

 

Metode Link Building yang Berubah

Para orang dalam di Google menyatakan bahwa backlink tidak menghilang total, namun kita perlu melihat link building dengan cara yang berbeda.

Daripada berfokus pada kuantitas link, sekarang saatnya fokus pada dari mana backlink Anda berasal. Tak perlu berasal dari situs besar, yang terpenting adalah situs pemberi backlink Anda masih setopik dengan situs yang Anda pegang.

Link building untuk SEO di 2018 akan fokus pada membangun hubungan mutual antar situs. Artinya, backlink bagus berasal dari interaksi antar dua situs yang organik dan aktif.

Anda bisa lebih aktif dengan menyumbang artikel ke situs lain, entah itu penulis tamu atau guest blogger, atau sekadar berbagi di situs editorial seperti Kompasiana.

Anda harus mengalihkan fokus dengan membangun sedikit link yang berkualitas, bukan backlink dalam banyak namun bersifat spam.

 

Nah, demikianlah beberapa perubahan algoritma Google di 2018 dan cara menghadapinya. Algoritma Google selalu berubah dan perubahannya seringkali mendadak. Selalu update dengan perkembangan algoritma Google akan membuat situs Anda tetap jadi yang terdepan.