Semua pasti tau bagaimana momen natal sudah biasa dijadikan momentum untuk meningkatkan angka penjualan setiap tahunnya. Bisnis dalam bidang apapun biasanya sudah mulai menunjukkan christmas spiritnya bahkan sejak awal Desember.

Nyatanya, ‘holiday marketing’ di bulan Desember ini terbukti mampu meningkatkan jumlah penjualan paling besar dibandingkan dengan marketing campaign di luar bulan ini. Tapi seringkali, para pebisnis hanya fokus pada promosi untuk mendongkrak penjualan tanpa benar-benar memperhatikan cara promosi yang efektif. 

Padahal penting juga lho, untuk menstrategikan teknik promosi yang tepat agar konsumen selalu teringat dengan brand Anda, dan yang lebih penting lagi: agar target penjualan dapat tercapai.

Jadi, cara promosi seperti apa ya yang berpotensi meningkatkan penjualan dan mendatangkan banyak konsumen di momen Natal ini?

Lakukan pendekatan emosional

Tahukah Anda? iklan yang memiliki daya tarik emosional dapat meningkatkan penjualan hingga 23%. Tipe promosi yang bersifat ‘menyentuh hati’ ternyata 10 kali lebih efektif dalam mengambil hati konsumen jika dibandingkan iklan-iklan jenis lainnya.

Lalu, bagaimana caranya untuk melakukan pendekatan emosional melalui iklan? Cobalah membuat iklan yang bisa meninggalkan persepsi yang mendalam dari audiens Anda!

Anda pasti pernah ditag atau dishare iklan/postingan/video di media sosial oleh teman Anda karena ia merasa relate dengan apa yang baru saja dia tonton dan ia merasa ‘wajib’ membagikan video tersebut untuk Anda tonton juga. Itu menandakan bahwa postingan tersebut berhasil mencapai tujuan marketingnya. Yaitu untuk meninggalkan persepsi yang mendalam pada audiensnya.

Menurut data statistik yang dirangkum oleh Forbes, konten promosi yang paling viral (dilihat dari banyaknya jumlah share) adalah konten yang mengandung “high emotional and likeability”.

Artinya, iklan yang sukses adalah iklan yang berhasil memunculkan perasaan tertentu dalam diri seseorang. Perasaan itu tidak selalu haru! Bisa juga rasa bahagia atau bahkan rasa jijik. Yang penting, para audiens ini bisa feel connected (atau excited) dengan apa yang baru saja mereka saksikan.

Oleh karena itu, dalam memasukkan unsur emosional ke dalam iklan, Anda harus terlebih dulu menentukan persepsi seperti apa yang ingin Anda dapatkan dari konten promo Anda.

Misalnya untuk promo Natal, Anda mungkin ingin memunculkan jenis-jenis emosi yang memvisualisasikan suasana Natal pada umumnya seperti kehangatan, kebahagiaan, kemeriahan, atau inspiratif.

Jangan lupa selipkan humor

Jangan terlalu kaku! Anda harus tau bahwa daya tarik humor menjadi salah satu faktor yang juga turut menentukan keberhasilan sebuah promosi, lho.

Mengapa? simpelnya, promosi dengan konten berbalut humor sudah pasti mengundang tawa dan lebih mudah diingat. Strategi ini sudah cukup sering digunakan dalam dunia advertising, terutama oleh brand-brand yang merasa produk mereka cukup ‘membosankan’.

Memang tidak mudah sih untuk menerapkan teknik humorizing ke dalam sebuah brand. Anda membutuhkan kreativitas dan analisa tingkat tinggi untuk membuatnya.

Akan tetapi, hasilnya cukup efektif. Yang Anda perlukan adalah memunculkan persepsi yang melekat dengan brand Anda melalui hal-hal yang up to date atau yang bisa relate dengan keseharian masyarakat pada umumnya.

Selalu up-to-date

Ini juga penting! Anda tidak mungkin menggunakan konten yang trendingnya tahun lalu untuk untuk tahun ini juga. Kalaupun Anda tetap ingin menyampaikan pesan yang sama seperti promosi Anda di tahun lalu, Anda bisa mengakalinya dengan mengupdate pemeran utama pada iklan Anda misalnya dengan tokoh atau sesuatu yang lebih relevan dengan trend saat ini.

Yang terpenting, Anda harus ingat bahwa besar ataupun kecil skala bisnis Anda, promosi produk punya peran yang sangat penting untuk mencapai tujuan marketing yang Anda inginkan. 

Jadi, manfaatkan momen ini sebaik-baiknya, ya!

MerryChristmas !!

Leave a comment

©drife 2021. All Rights Reserved.

en_USEnglish